Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label POEM

Di Dermaga Pulau Nisa Bea

DI DERMAGA PULAU NISA BEA Ada seorang gadis bersendiri di atas dermaga Dia berdua dengan bayangannya Ditemani ombak dan angin sepoi-sepoi Laut tenang di malam yang lengang Hilir mudik nelayan di atas sampan menangkap cumi-cumi Dia menunggu perahu yang telah mengantarnya ke pulau Nisa Bea ini Baginya Pulau ini tak ubahnya bernama lain pulau penantian Seorang nakhkoda berjanji akan menjemputnya Namun hari semakin larut Nakhkodapun tak kunjung datang Berdiri dia di atas kebimbangan Oh ternyata dia baru sadar Pengantarnya tadi tidak menjemput Dia membiarkan dirinya tersesat Hingga dia sadar nakhkoda kapal tadi hanya singgah bertamu sebentar Tidak lebih dan tak kurang Tamu memang seperti itu, bukan? Datang dan pergi tanpa disengaja Dia datang dengan komitmen yang cepat namun inkonsisten tak mantap Dan juga belum yakin dengan perasaannya sendiri Mungkin saja kamu adalah pelarian dari perasaannya yang belum sempurn...

Raindrops and Clouds

Raindrops and Cloud Raindrops are not arrogant anymore It has poured it gives glad tiding to people Sun seems like shy to appear And the sky still cloudy on some part of the heaven The cloud has been wiped up by the sunshine Cloud is hanging on the heaven It is raining outside I ask Him, Allahumma... Alike that phenomena My heart still goes to you Although others undermine you I am simply fond of you Just the way you are I am afraid of losing you in my arm and mind I try to imagine your smile in a cup of hot coffee Or your bright and deep sight in a cup of hot chocolate this night https://ts47.wordpress.com/2018/04/16/tak-terduga-unpredictable/

LELAKI TEDUH

Seorang teman yang telah kuanggap sebagai adekku sendiri bertanya; waktu itu kami masih duduk di bangku kuliah pertanyaannya, dia ajukan di antara kerumunan teman kelas kami ber-enam perempuan dan tujuh orang laki-laki, keseluruhan dalam kelas itu ada tiga belas orang "kak, kakak mau dipoligami?" hening sejenak, mereka terdiam, mata-mata dalam kelas itu tidak diarahkan kepadaku namun aku sadar telinga mereka menunggu mulutku terbuka untuk mengeluarkan isi hatiku dua temanku tahu betul bahwa saya adalah perempuan yang sulit menceritakan hal yang bukan menjadi isi hatiku makanya jika ada keselahan administrasi semasa kuliah saya sedikit sulit diajak "berkompromi" "ah bagaimana mw dipoligami menikah aja belum" yang kupahami dari pertanyaanya adalah jika saya istri pertama dan membiarkan suami untuk berta'addud atau menikah lagi, maka bagaimana pendapat saya? ... seorang teman dalam kelas bersahut "logis tawwa jawaban...

Hati yang mencari kesunyian

                Aku percaya hatimu baik                 Dengan usahamu, kau akan menjadi baik                 Kau sendiri harus menjemput kebaikan                 Agar kau bisa bersanding dengan kabaikan Dalam keriuhan desiran angin Dan teriknya panas yang menyengat Kau mulai meraba bahwa panas bisa merubah keadaan hatimu Seperti panas dan dingin yang merubah hatimu di waktu siang dan malam Kau percaya kesunyian tak akan memaksamu untuk memilih Sebab tak memilih juga sebuah pilihan yang layak kau perjuangkan Karena tidak ada yang perlu kau kejar Sebab selama kau masih bisa bekerja untuk hidup Maka lakukanlah semampumu Jangan seadanya Apalagi ada ap...

GRIEVING LINE FOR THE HEART (PRAY AND ACT FOR DONGGALA AND PALU)

The earthquake in Donggala and Palu mosque near by the Palu Great Mall before hit by Tsunamee. the photo retrieved from my co-worker group. rigth after a few second of earthquake, the tsunamee came and hit the coastal and everything around it, including Mosque. retrieved from google this video was sent by my friend from her husband's friend.  I saw the beautiful line from FB and I ask my FB friend to post this beautiful line then I decided to post this beautiful line in my personal Blog. The author of this poetry was my Head of Lingusitics Department when I was in Graduated School. and i will try to translate it because she must be choose the pricese diction in her poetry This picture is retrieved from online news Kompas.com.   here is the line: Sebuah Puisi Linguistik-Mu (Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala) Oleh Nurhayati Syair Kepala tertunduk pada wacana-Mu Pada sentilan air, gentaran, dan hembusan. Menyiram salju dalam hati Menyadark...

Melepas Rasa Untuk Menjemput Halal Prince

Melepaskan Rasa                  Cinta datang tanpa diharapkan                 Anehnya pergi ketika diharapkan                 Cinta tidak menunggu Namun,                Dia berani mengambil kesempatan atau meninggalkan kesempatan                 Ketika keberanian ada                 Maka sepatutnya melepasnya atau merangkul perasaan itu                 Namun bagaimana jika kau harus melepaskannya?               ...

Tentang Hujan di Awal September

Tentang Hujan di Awal September Ada kata yang ingin kusampaikan Tentang kesyukuran dan kebahagiaan Tentang kamu yang sedang menatap langit dalam keadaan beriman dan sehat Di sebuah tempat yang berbeda Semalam hujan deras mengguyur atap rumahku Aku terlelap kelelahan dalam selimut merah Sesekali mendengar rintik hujan Dalam buaian mimpi dan kenyataan yang pasti Pagi ini aku mencium aroma tanah setelah hujan Bau tanah menyeruak ke dalam ruang tamu Mutirna bi fadlilllah kanjeng Rasul mengajarkanku berucap Atas limpahan rahmat yang DIa berikan Aku menantimu setiap pagi Masihkah kau ingat perjanjian kita di akhir Agustus? Tentang sejumlah hari pembuktian keimanan Kata orang cinta itu bukan lagi masalah “mencari” Tetapi “menjadilah” yang diinginkan oleh Dia Aku percaya cinta adalah salah satu pilar dalam keimanan Dimana rasa takut dan harap adalah bagian yang tak terpisahkan Takut jika Dia yang memberi nafas mengazab Dan berharap ag...

BAHASA PERGERAKAN DALAM KESUNYIAN

  Bahasa pergerakan dalam kesunyian Jika kau menemukan kedamaian dengan memainkan jarimu di atas toots laptop Atau menggeser kain di atas mesin jahit Atau melipat tepung terigu di atas nampan Maka lakukanlah Jangan malu Yang penting engkau tidak berteriak menyalahkan orang lain Atau menangis tanpa sebab yang tidak jelas Atau menyesali ketidakberuntungan yang kau dapati Karena kau terlalu sering membandingkan hidupmu dengan kehidupan orang lain Kesalahanmu adalah terlalu sering membandingkan dirimu dengan orang lain Dan lupa berterima kasih kepada dirimu sendiri Atas pencapaian dan jerih payah yang kau lakukan sendiri, kau melupakannya dengan mudah Ada baiknya kau menengok pikiranmu sendiri Dan mengenang kesusahan serta kepayahan yang telah kau lewati Lalu bersyukur, berbahagia, dan menangis bersama hujan sehingga kau tak perlu minder dengan pencapaianmu karena pada akhirnya kau akan bertanggungjawab terhadap hidupmu sendiri ...