Langsung ke konten utama

Postingan

Keridhoanmu

Keridhoanmu Aku tidak tahu usahaku yang mana yang mengantarkanku pada-Mu Yang kulakukan sekarang tidak lebih dari butiran debu Namun dalam bulir-bulir yang kecil itu Terselip doa terdalam Harap akan menemukan keridhoan-Mu

Mungkinkah di Pulau Sumbawa didirikan universitas Negeri?

Mungkinkah Di Pulau Sumbawa didirikan Universitas Negeri? Apa yang tidak mungkin? Mari kita lihat kenyataan dengan kepala yang dingin. Untuk mendirikan sebuah universitas, sebelumnya dilakukan need analysis. Need analysis didasari pada kebutuhan banyak tidaknya masyarakat yang akan masuk kuliah di universitas tersebut dan berminat tidaknya masyarakat untuk masuk di universitas tersebut. Dan juga apakah jurusan-jurusan atau prodi-prodi yang ada di universitas tersebut mampu menjawab kebutuhan pasar? Dari dulu sampai dengan sekarang trend menuntut ilmu keluar dari pulau asal kita dilahirkan adalah hal yang biasa. Artinya itu bukan hal yang baru, tidak afdal jika tidak merantau addalah hal yang biasa bagi orang Bima. Bahkan orang Bima terkenal dengan kebiasaannya merantau. Bukan orang Bima kalau tidak merantau?. Nah tadikan kita bicara tentang pulau Sumbawa. Lalu apa hubungannya dengan tren merantau orang Bima?. Yah karena suku Bima adalah salah satu Suku yang menemati pulau Sumbawa. D...

INDONESIAKU BUKAN HANYA KONDE

Indonesiaku bukan hanya konde Jika kau sedikit bersabar Jalan-jalanlah ke Bima Mungkin jiwa yang jumud butuh sedikit piknik Marilah piknik, di daerah timur Indonesia Melihat Gunung Tambora dengan Kaldera terbesar dan terpanjang di Dunia Tambora gunung berapi dengan letusan terdahsyat di abad modern Letusannya membuat musim di Eropa Kacau dan semua warga Tambora dan Kerajaan Tambora musnah seketika termakan ketamakan dan keangkuhan mereka sendiri Diriwayatkan dari kisah terdahulu, mereka mencoba mengelabui sang pencerah dengan menyuguhkan yang haram Dan dum! Di pagi yang menjadi sejarah Tambora mengamuk, Pagi itu kiamat bagi Kerajaan Tambora, Sanggar dan sebagian barat kerajaan Bima Tidak ditemukan warga Tambora yang hidup Bahasanya punah, tak sempat penutur bahasa Tambora menggubah puisi walau sepatah kata Berjalanlah sedikit lagi Kau akan menemukan kebun kopi di Tambora Siapa tau jika kau beruntung kau akan disuguhkan kopi hangat oleh petani kopi Kata ahli, kopi tumbuh karena a...

Datu Museng dan Maipa Deapati

Menarik untuk diulas! Ini satu frasa untuk Datu Museng dan Maipa Deapati. Sebuah kisah nyata yang tragis. Melebihi tragisnya kisah fiksi rekaan sastrawan kenamaan William Shakespeare berjudul Romeo dan Juliet. Beberapa tahun silam salah seorang mahasiswa sastra Univerisitas Hasanuddin membuat skripsi berisi perbedaan cinta antara Cleopatra dari Mesir dan Antonio dari Spanyol dibandingkan cinta antara Datu museng dari Gowa Makassar dan Maipa Deapati dari Sumbawa. Skripsi itu kemudian menggelitik keingintahuan saya, “apa yang terjadi dengan dua pasangan ini?”. Kisah nyata antara Datu Museng dan Maipa Deapati juga menyiratkan bahwa ada keterkaitan sejarah yang panjang antara Maipa Deapati yang berasal dari Sumbawa dan Datu Museng yang berasal dari Gowa Makassar. Sekilas dari apa yang teman saya ceritakan dia berusaha membedah cara Cleopatra mencintai Antonio berbeda dengan cara Datu Museng mencintai Maipa. Dalam cinta Cleopatra kepada Antonio membuat Cleopatra buta kekuasaan. Cleopat...

The producer of charismatic and handsome men in Indonesia

The producer of charismatic and handsome men in Indonesia 1. Makassarese Makassarese is a name of a race in the south Sulawesi this place is well known for their struggle to wander around the world through Pinisi board. The most famous heroic was St Hasanuddin. He was the son of St Alauddin. As stated by several resources “he was not only a heroic but also handsome”. Hasanuddin was one of hero for Indonesia and he was Makassarese, for his struggle many avenues and streets use his name due to tribute to his heroic action. He is the prince crown, who was put into the prison by conqueror at the narrow room at fort Rotterdam. If you interested in his story you may visit Fort Rotterdam nearby Pantai Losari in Makassar. Not only St. Hasanuddin but also Makassar famous with the tragic love story, Datu Museng and Maipa Deapati. Many literatures stated that Datu Museng was a handsome and charismatic man. He could beat troops by his own hand. When the conquerors tried to take away his...

THE ANNUAL EVENT MAKASSAR INTERNATIONAL WRITER FESTIFVAL

Makassar International Writer Festival Makassar International Writer Festival is the annual event that is held around Makassar City. The event had gained a lot of support from several indigenous writers such as Aan Mansyur, the writer of wandering Key and much more. The committee held seminars on several universities such as Hasanuddin University, Makassar Islamic University,Islamic State University of Makassar and so on, several historical places such as fort of Rotterdam, Tanjung Bira, Museum, and so on. I myself found this even when it was held in the auditorium of Faculty of Letters at 2015. This year MIWF will held the similar event as before. The annual seminar will be held on May 2018. The committee open worldwide opportunity for the indigenous writer from eastern part of Indonesia. Such this opportunity Grasp the opportunity

LIGHT STORY IN SAMBORI

             Pagi begitu cerah di desa yang sangat tenang. Hari ini aku akan mengunjungi sebuah desa yang kata sebagian orang berada di negeri antah barantah. Desa yang sedari kecil aku hanya bisa memandangnya dari kejauhan. Memandangnya dengan penuh takjub. Aku sering bertanya bagaimana kehidupan mereka di sana. Bagaimana suhu udara di sana?.  Bagaimana mereka bisa membuat ladang di gunung dan bukit yang begitu tinggi dan curam* (menurut pandanganku). Aku berangkat pukul 08.30 bersama sepupuku dengan menggunakan motor. Tempat yang kami kunjungi pertama adalah kantor kecamatan. Ketika memasuki desa pertama yang bernama Kaboro di kecamatan Lambitu, kami disambut oleh senyum hangat dari beberapa penduduk. Sehangat mentari pagi bersama angin sepoi-sepoi khas udara perbukitan. Masyarakatnya ramah dan sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Terlihat dari peralatan yang mereka bawa. Kami singgah sejenak untuk bertanya kepada penduduk yang berlal...