Langsung ke konten utama

Terkadang Hidup Ini Sebuah Ironi


Dalam hidup ini, kadang kita menemukan orang yag kaya yang bergelimang harta. Kapal pesiar dengan mudah dia beli. Ada yang tidak taw kemana lagi dia belanjakan uangnya. Banyaknya uangnya. Ada juga yang harus bekerja siang dan malam untuk mencari sesuap nasi. Ada yang mengais-ngais sampah demi sesuap dua suap nasi. Ada juga yang menjual dirinya untuk sepiring nasi. Na udzubillah. Anda mungkin orang yang beruntung karena dilahirkan dari keluarga yang berada, berpendidikan dan memahami agama serta norma hidup bermasyarakat. Dilahirkan dan dibesarkan di keluarga tertentu adalah sesuatu yang tidak bisa kita pilih. Pilihan yang tersedia adalah terus maju ke depan dan merangkul orang-orang di sekitar. Bersyukurlah dalam segala kondisi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIWI HAVE U EVER FALLING IN LOVE?

At Zubento Rebecka               : Hi tiwi have u ever felt in love? Tiwi                      : yes of course, If I am not fall in love. I am not normal. The thing is how u manage it Rebecka               : you are absolutely right Tiwi                        : I mean how you manage your feeling Rebecka               : yes that’s correct Tiwi                        : why? Rebecka               : no, I just wond...

BEASISWA

ITUKAN REZKI walau kita sudah berusaha sekuat tenaga, tapi ketika hari H kita dapat pengumuman, maaf anda tidak diterima. ayo coba lagi, Bulan Desember Kemarin ada beasiswa dari pemerintahan Brunei Darusalam dan sepertinya beasiswa dari pemerintahan Brunei ini rutin dibuka bulan desember, http://www.mofat.gov.bn/Pages/BDScholarship_2014_2015.aspx ini nih webnya silahkan dibuka, semoga rezeki anda disitu. ingat, usahakan mendaftar sebelum hari H, klo perlu mendaftranya pada awal pembukaan beasiswa tersebut

#4 Movie Review “The Sinking of Van Der Wijck”

In kampong Batipuh, Hayati opened the window while her ninik started to discuss concerning hayati’s life. Elders were discussing two persons were going to proposing hayati, they were zainuddin and aziz. Zainuddin sent a letter of proposal and Aziz sent his representative to propose hayati. Elder ninik opened the meeting by saying God Sake and the matters were going to discuss. Younger heard and gave comment yet the elder still operating and covering the discussion till the end. If the younger gave a comment they clashed it directly saying that younger less experience and not really competent in life, though they were immature yet. Elder knew best and more how life was going on. Mak interupeted the speech by saying hayati’s love to Zainuddin “cinta hayati’s still lakke to zainuddin” thought hayati argued then hayati gave up her love to zainuddin. End of the meeting floor were decided they were going to accept Aziz’s proposal instead of Zainuddin’s proposal.   This scene cl...