Langsung ke konten utama

A journey to Japan with LPDP for NTB Gemilang and Indonesia.



Part 1

                I arrived in the hustle bustle railway station in japan. Probably one of the most traffic railways station in the world. I was carrying heave packs both side of each hand. Ransel on front and ransel back. What a bags. It must be heavy.

No one to talk, kanji ortography everywhere hanging like giant symbol that I am alien to read it. Luckily I saw Indonesian guy, and I ask him “orang Indonesia?”. He said “yes” lucky. I was insecure because maybe he could misleading me. Because we are same Indonesian. But it was not. He was like an angel was sent to lead me to the shelter. I was amuzed by his kindness drove me to my shelter. He was visiting his friend’s at another prefecture, yet due to me. He drove me first then I took his journey then. It was so amazing met new Indonesian in the new place like that. In the heart of the busiest city in the world, Sapporo Japan.

                I arrived at the right station, the public transportation was clean, tidy, officer was friendly and it was the first time my visiting as the student in Japan. At the station I was too tired so I decided to grab taxi. Taxi drove to my gate. It was about three hundred meters from railways station but the payment of taxi was expensive, to me. Maybe that’s why Japanese people chose public transportation instead. It was the first time I took on time public transportation, it was clean, people crowded yet its still mindfulness because people keep silent inside the electric train.       

To be continued

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRY AND NEVER GIVE UP

MORATORIUM Moratorium yang biasa dikenal dalam masyarakat awam adalah pemberhentian sementara jatah penerimaan CPNS oleh pemerintah, seperti yang pernah terjadi ditahun 2011 hingga 2013 kemarin. Any comment?. Rumor   mengatakan bahwa pemerintah akan kembali melakukan moratorium ditahun 2015 ini kecuali untuk guru dan tenaga kesehatan. Ini dilakukan untuk menghemat anggaran Negara, Allohu’alam. Please confirm those. Sobat muda apa yang akan kalian lakukan jika demikian keadaannya? Saya berencana dari awal akan membuka usaha namun sayangnya saya pribadi terkendala modal. Untuk membuka usaha bisnis dibutuhkan modal dan konsistensi, saya pernah membuat usaha kecil-kecilan seperti tas dan foot loose hasil rajutan. Ini memang sangat bermanfaat untuk menambal kebutuhan ekonomi yang ringan namun masih terbilang kurang jika kita ingin menabung uang hasil usaha itu.             Saya punya tawaran yang menarik bagi teman-teman ya...

PUISI

PUISI Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran Karena terkadang penantian Membuka pintu-pintu syaithan  BY:   Salim Akhukum Fillah

KULINER KHAS BIMA

BIMANESS’ CUISENE Salah seorang teman pernah bertanya, apa makanan khas bima? Waktu itu saya hanya menjawab “pangaha bunga”. Sekarang saya sadar bahwa bima memiliki banyak sekali makanan khas, diantaranya: Dimulai dari camilan 1.      1.  Bingka dolu Bingka dolu merupakan camilan yang biasa ada dipasaran tradisional, bentuknya yang kenyel, lembut dan manis membuat jajanan ini tetap memilki peminat setia. Bingka dolu pada umumnya memiliki dua fariasi makna yakni, warna kuning dan hijau. Saya lebih suka warna hijau. 2.       2. Pangaha bunga Pangaha bunga merupakan jajanan khas bima yang terbuat dari tepung beras biasa sebagai bahan utama. Cara membuatnya cukup mudah, tepung beras di tambahkan dengan mentega, gula, air dan garam secukupnya. Adonan diaduk rata hingga dapat dibentuk kemudian dicetak sesuai bunga. Langkah selanjutnya digoreng pada minyak yang sudah dipanaskan, lalu perhatikan kue hingga berwarna kee...